Membuka Rahasia Bulan Muharam

Tanpa terasa kita telah melewati penghujung tahun 1438 hijriah, dan memasuki tahun baru 1439 hijriah, semoga Allah ta’ala senantiasa memudahkan kita untuk menambah amal shaleh, dan meningkatkan kualitas diri, untuk menjadi hamba yang semakin meningkat kualitas iman dan taqwanya, amiin.

Tahun hijriyah adalah kalender yang dipakai dalam Islam, tahun ini terdiri dari dua belas bulan, yang mana pergantiannya berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi. Tahun hijriah diawali dengan bulan Muharam, bulan ini memeliki beberapa keutamaan yang mungkin belum banyak diketahui, berikut akan kita paparkan keutamaan bulan Muharram ini:

Muharam salah satu asyhurul hurum

Asyhurul hurum adalah bulan-bulan yang diagungkan Allah ta’ala, tidak boleh ada peperangan dan pertikaian di dalamnya kecuali untuk mempertahankan diri, sebagaimana yang disebutkan dalam al-Quran:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu” (Q.S: at-Taubah: 36).

Adapun rincian bulan-bulan hurum ini disebutkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam sabdanya:

إنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzulhijjah, dan Muharam, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi tsaniah dan Syaban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Sebagian ulama menguatkan pendapat bahwa bulan Muharam adalah bulan yang paling mulia di antara keempat bulan hurum lainnya. Imam Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan: “para ulama berbeda pendapat tentang mana yang paling utama di antara keempat bulan hurum ini, Hasan basri dan lainnya mengatakan yang paling utama adalah bulan Muharam, dan ini pula yang dikuatkan oleh banyak ulama mutaakhirin“.

Pendapat ini dikuatkan pula dengan hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam:

عن أبي ذر رضي الله عنه قال: (سألت النبي صلى الله عليه وسلم: أي الليل خير وأي الأشهر أفضل؟ فقال: خير الليل جوفه وأفضل الأشهر شهر الله الذي تدعونه المحرم)

Dari abu Dzar radiallahu anhu berkata: aku bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam: malam apa yang paling baik dan bulan apa yang paling utama? Beliau berkata: malam yang paling baik adalah pertengahannya dan bulan yang paling baik adalah bulan yang kalian sebut Muharam” (HR. Nasai).

Ibu Rajab rahimahullah mengatakan: yang dimaksud bulan yang paling utama di sini adalah selain bulan Ramadhan.

Dinamakan syahrullah (bulan Allah)

Allah telah memuliakan bulan ini dengan menyandarkannya pada Allah, sebagai isyarat bahwa yang menjadikan bulan ini haram adalah Allah semata bukan lainnya.

Dari Abu Hurairah radiallahu anhu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ، بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ

Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah Muharam, dan sebaik-baik shalat setelah shalat wajib adalah shalat malam” (HR. Muslim).

Kenapa disebut bulannya Allah? imam suyuti rahimahullah menjelaskan bahwa bulan-bulan yang lain itu sudah ada dan dikenal penamaannya sejak masa jahiliyah, dan bulan Muharam saat itu dinamai dengan Safar awal, kemudian setelanya disebut Safar tsani. Kemudian setelah datang masa Islam Allah menggantinya dengan nama Muharam, maka dari itu bulan ini disebut syahrullah Muharam.

Memperbanyak puasa di bulan Muharam

Hal ini sebagaimana telah disebut dalam hadits di atas bahwa sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharam. Lalu bagaimana dengan memperbanyak puasa di bulan Syaban?

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan: “ada dua jawaban untuk masalah ini pertama bisa jadi Rasulullah mengetahui keutamaannya di akhir hayatnya dan kedua bisa jadi beliau tidak banyak puasa di bulan ini karena udzur (halangan) seperti safar, sakit dan lainnya“.

Di bulan ini terdapat hari ‘asyura.

Ini juga yang menambah keutamaan bulan Muharam ini, hari ‘asyura yaitu tepatnya tanggal sepuluh Muharam. Pada hari ini Allah menyelamatkan Nabi Musa dari fir’aun dan menenggelamkannya beserta bala tentaranya. Di hari ini kita kaum muslimin disunahkan untuk berpuasa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah ta’ala, dan untuk lebih mendekatkan diri padanNya.

Demikian semoga kita semua termasuk hamba-hamba Allah yang mendapatkan keutamaan bulan ini, dan semoga kita selalu dimudahkan untuk melaksanakan ketaatan padaNya. Amiin.

Sumber rujukan:

  1. Shahih Imam Bukhari
  2. Shahih Imam Muslim
  3. Sunan Imam Nasai
  4. Syarah shahih Muslim, Imam Nawawi.
  5. Addibaj ala shahih muslim bin hajjaj, Imam suyuti.
  6. Lataiful ma’arif, Imam Ibu Rajab al-Hambali.

You might also like More from author

Leave a comment
k