Tadabbur Surat At-Thalaq (Bag. 3)

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه، أما بعد:

Pada risalah tadabur kali ini (lihat tulisan sebelumnya) kita akan menyelami dalamnya kandungan surah athalak untuk meraih setiap mutiara yang ada pada ayat-ayatnya yang sangat indah dan menakjubkan, tentu atas taufik dan hidayah Allah taala.

  1. Firman Allah (يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ)

Artinya: Wahai Nabi …

Meskipun surah at-Thalaq ini diturunkan untuk Nabi shallallahu alaihi wasallam secara khusus, namun pesan dan kandungannya ditujukan untuk seluruh umatnya. Karena pada pokoknya setiap perintah atau larangan yang ditujukan untuk Nabi shallallahu alaihi wasallam, maka perintah dan larangan tersebut berlaku juga untuk seluruh umatnya, selama tidak ada dalil yang mengkhususkannya hanya untuk Nabi saja. Seperti bolehnya menikah tanpa mahar dan wali, bolehnya menikahi lebih dari empat istri, wishal (menyambung) puasa tanpa berbuka lebih dari satu hari, dan sebagainya.

Bila demikian, mengapa Allah ta’ala menyeru Nabinya secara khusus di dalam surah ini?

Salah satu jawaban untuk pertanyaan di atas adalah pengkhususan tersebut sebagai isyarat pentingnya pesan yang akan disampaikan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan umatnya. Karena pentingnya pesan tersebut sehingga Allah ta’ala memilih hambaNya yang terbaik untuk menyampaikan pesan tersebut.

 Tentu setiap muslim meyakini bahwa al-Quran dan pesan-pesannya yang terkandung sangat agung, karena dia berasal dari Al’adziim  yang maha agung Allah ta’ala, diturunkan melalui malaikatnya yang paling mulia Jibril, kepada hambaNya yang paling mulia Muhammad shallallahu alaihi wasallam, di bulan yang paling mulia Ramadhan, dan di tempat yang paling disucikan Makkah almukarromah.

Dan bila kita mendapati sebuah surat atau ayat dalam la-Quran, di mana Nabi shallallahu alaihi wasallam yang menjadi mukhotob (objek yang diajak bicara), maka hal tersebut bisa menjadi isyarat akan bertambahnya nilai keagungan dan pentingnya pesan atau kandungan surat dan ayat tersebut.

Sekedar sebuah analogi saja, seorang kepala negara atau sebuah suku bila memiliki pesan yang sangat penting dan hendak disampaikan, tentu dia akan memilih orang yang terbaik untuk menyampaikan pesan tersebut.  

Dan siapa saja yang kedatangan utusan dari seseorang yang memiliki kedudukan seperti orang tua, pejabat dan sebagainya, pastilah dia akan memahami bahwa pesan yang dibawa oleh utusan tersebut  sangat penting.

Sudahkah kita merasakan keagungan al-Quran dan pesan- pesan yang terkandung di dalamnya?

Sudahkah kita agungkan pesan-pesan al-Quran sebagaimana kita agungkan pesan-pesan  dari  seseorang yang memiliki kedudukan seperti orang tua, pejabat dan sebagainya?

  1. Firman Allah (وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ)

Artinya: “Dan bertakwalah (kepada) Allah, Rabb kalian”.

Terhitung sebanyak lima kali pesan takwa terulang dalam surah yang hanya memiliki dua belas ayat ini, berarti hampir separuh surat ini mengandung pesan yang pernah Allah wasiatkan kepada seluruh para nabi tersebut.

وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ اتَّقُوا اللَّهَ

Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah (QS. Na-Nisa: 131)

Mengapa pesan takwa menjadi kata kunci dalam surah ini, dan apa rahasia dibalik pengulangan tersebut? … Simak uraiannya pada tulisan berikutnya, insya Allah.

You might also like More from author

Leave a comment
k