Tadabbur Surat at-Thalaq (Bag. 2)

Pada tadabbur surah ath-Thalaq bagian yang pertama, telah dibahas pendahuluan seputar keutamaan dan urgensi surah yang memiliki nama lain an-nisa ash-shughra ini. Oleh karenanya pada bagian yang kedua ini kita akan memulai tadabbur ayat-ayat dari surah yang mulia ini. Sebelum kita mentadabburi secara rinci ayat demi ayat, sangat baik bila kita mencoba mentadabburi surah yang ke-65 ini secara umum, agar tadabbur ayat-ayatnya lebih terarah dan mendalam, insya Allah.

Secara umum ada beberapa faidah yang sangat penting ketika kita mentadabburi surah ath-Thalaq, diantaranya:

  1. Perhatian Al Quran terhadap urusan pasangan suami istri (pasutri).

Di mana perhatian tersebut menegaskan pentingnya masalah rumah tangga, karena Al Quran yang merupakan intisari dari seluruh wahyu-wahyu Allah yang diturunkan kepada para nabi dan rasulNya, tidaklah menyebut dan membahas sebuah perkara dalam surah atau ayatnya, melainkan perkara tersebut memiliki nilai yang sangat penting, baik berupa kebaikan dan maslahat yang dibutuhkan oleh manusia, atau berupa keburukan dan bahaya agar manusia menjauhi dan meninggalkannya. Kemudian, perhatian Al Quran terhadap urusan pasutri dan rumah tangga juga menunjukan kesempurnaan Al Quran serta sifat universalnya. Al Quran tidak memilah dan memilih urusan-urusan tertentu saja dan mencampakan perkara-perkara yang lain. Urusan rumah tangga negara (politik) telah dibahas oleh Al Quran sebagaimana urusan rumah tangga pasutri, begitu pula perkara hukum pidana dan perdata ada undang-undangnya dalam Al Quran, sebagaimana Al Quran membahas hukum-hukum sholat, zakat , haji maupun jihad. Oleh karenanya Al Quran menolak faham sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan baik dalam lingkup rumah tangga pasutri ataupun lingkup rumah tangga negara.

Allah Ta’ala berfirman:

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَما جَزاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذلِكَ مِنْكُمْ إِلاَّ خِزْيٌ فِي الْحَياةِ الدُّنْيا وَيَوْمَ الْقِيامَةِ يُرَدُّونَ إِلى أَشَدِّ الْعَذابِ وَمَا اللَّهُ بِغافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Artinya: Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (QS. Al Baqarah : 85)

Oleh karenanya merupakan konsekuensi keimanan seseorang terhadap Al Quran untuk tidak memilah-milah ketika berhukum kepadanya, mengambil yang sesuai dengan keinginan dan hawa nafsunya, namun mencampakkan hukum lain yang bertentangan dengannya.

  1. Tadabur ath-Thlalaq secara umum

Juga mengisyaratkan urgensi sifat optimis yang harus dimiliki setiap muslim dalam mengarungi bahtera kehidupan ini, karena jika masalah-masalah dalam rumah tangga pasutri saja ada solusinya dalam Al Quran, maka pasti masalah-masalah yang lebih besar dan kompleks sudah ada solusinya pula dalam Al Quran, karena mustahil bagi Allah Ta’ala untuk memperhatikan sebuah urusan yang bermaslahat bagi hambaNya, kemudian mencampakan perkara lain yang memiliki maslahat yang lebih besar. Sungguh Allah Maha Suci dari sifat ketidakadilan.

Wallahu’alam.

You might also like More from author

Leave a comment
k