Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (Bag. 1)

Pendahuluan

Siapa yang pernah menyangka seorang duda berumur 40 tahun akan menikah lagi dengan gadis 20 tahun, yang lebih menakjubkan lagi – maasyaa Allah – 4 putra dan 1 putri duda tersebut tumbuh besar menjadi anak-anak yang shalih. Ah seperti dalam novel atau film saja. Tidak saudaraku, kisah tadi bukanlah khayalan, tapi realita yang pernah saya liat sendiri. Dan takjub saya semakin bertambah ketika tahu bahwa status duda lelaki tersebut bukan karena sang istri meninggal dunia, namun karena talak atau cerai.

Sebelum melanjutkan, saya dan anda jangan dulu anti pati apalagi benci dengan kata talak/cerai, kemudian menghukumi pasutri yang diuji dengan masalah tersebut sebagai pasutri yang gagal dan rumah tangga mereka broken alias rusak, yang mengakibatkan keturunan mereka bermasalah yang akan menjadi beban bagi lingkungan masyarakat.

Kisah singkat tadi merupakan jawaban yang bisa meluruskan persepsi keliru tersebut. Memang kejadian tersebut jarang terjadi, namun bukan tidak ada apalagi mustahil untuk terjadi.

Lantas pertanyaan penasaran pun keluar dari benak kita, apa rahasia yang bisa merubah cerai/talak dari sebuah masalah yang tidak diinginkan menjadi sebuah kebaikan yang sangat dicari?

 Adakah kiat-kiat jitu untuk membangun kembali hati yang telah hancur akibat benturan keras kesedihan dan rasa pesimis yang timbul akibat cerai/talak?

 Bisakah optimisme tumbuh kembali dalam hati, untuk membuka pintu harapan yang sudah tertutup? Dan segudang pertanyaan- pertanyaan lain yang senada.

Jawaban pertanyaan- pertanyaan tersebut ternyata ada dalam Al Quran, salah satunya tersurat dengan sangat gamblang dalam surah yang ke – 65 yaitu  Ath-Thalaq ( yang maknanya cerai).

Mengapa surah Ath-Thalaq

Tidak bermaksud membanding-bandingkan satu surah dalam Al Quran dengan surah–surah yang lain – karena semua ayat dan surah Al Quran adalah kalamullah yang Maha Agung – namun surah yang memiliki nama lain An-nisa Ash-Shugra ini memiliki kandungan dan membawa pesan khusus yang berbeda dari surah-surah yang lain. Dengan menyelami kandungan dan pesan ayat-ayatnya tidak salah bila surah tersebut dikategorikan sebagai surah motivasi dan solusi untuk segala hal, dalam setiap keadaan, dan bagi siapa saja. Sebagai buktinya coba perhatikan pernyataan di bawah ini.

  1. Tema yang diangkat adalah masalah cerai/talak yang sekaligus menjadi nama surah tersebut, sebagai sebuah isyarat yang menegaskan bahwa beratnya ujian yang ada dalam masalah talak baik yang terukur apalagi yang tidak terukur, bila dihadapi dengan tuntunan Allah pasti akan membuahkan kebaikan. Oleh karenanya ujian-ujian lain yang lebih ringan dari masalah talak, bila dihadapi dengan tuntunan Allah pasti akan membuahkan kebaikan juga, sehingga tidak perlu khawatir apalagi pesimis.
  2. Masalah talak/cerai sangat erat kaitannya dengan sebuah rumah tangga yang menaungi suami, istri bahkan anak-anak. Tentu akibat yang timbul dari masalah tersebut sangat kompleks dan rumit, sehingga tidak mengherankan bila talak/cerai sering dianggap sebagai bom nuklir yang akan melenyapkan semuanya. Namun ternyata di balik itu ada sebuah isyarat penting yang menegaskan bahwa bila ujian yang sangat kompleks dan rumit, juga melibatkan banyak orang, bisa menjadi sebuah kebaikan bila dijalani dengan tuntunan Allah, maka sudah pasti ujian yang sederhana dan hanya bersifat pribadi saja, akan jauh lebih mudah dihadapi, dengan syarat patuh dengan tuntunan Allah.

Dan tentu masih banyak lagi bukti-bukti lain yang menguatkan, keistimewaan surah Ath-Thalaq sebagai surah motivasi dan solusi, insyaa Allah akan kita dapatkan ketika menyelami ayat-ayatnya.

Bersambung!!!!

You might also like More from author

Leave a comment
k