Ramadhan Telah Tiba

55

Ma’asyiral muslimin jamaah shalat Jumat yang semoga dirahmati oleh Allah.

Allah berfirman:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Artinya: Dialah (Allah) yang menjadikan malam dan siang datang silih berganti, bagi orang yang ingin mengambil pelajaran dan orang yang bersyukur”. (QS Al-Furqan: 62)

Ayat diatas memaparkan kepada kita bahwa datangnya siang dan malam secara silih berganti, merupakan kesempatan bagi kita untuk mewujudkan kesyukuran kita kepadaNya, dengan melaksanakan ketaatan di waktu-waktu tersebut, bagi siapa yang luput untuk beribadah kepada Allah di waktu siang, maka terbuka baginya untuk melaksanakan ibadah dan ketaatan kepadaNya di waktu malam, selama kematian belum tiba menyapa. Rasulullah bersabda:

إن الله عز وجل يبسط يده بالليل ليتوب مسيء النهار ويبسط يده بالنهار ليتوب مسيء الليل حتى تطلع الشمس من مغربها

Artinya: “Sesungguhnya Allah azza wa jalla membuka tanganNya di waktu malam, untuk mengampuni pelaku maksiat di waktu siang. Dan membuka tanganNya di waktu siang, demi untuk menerima taubat pelaku maksiat pada waktu malam, hingga matahari terbit dari arah barat (datang hari kiamat)”. (HR Muslim)

Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah.

Diantara kenikmatan Allah yang teragung bagi kaum muslimin adalah menyediakan bagi mereka waktu-waktu yang mulia, waktu dimana mereka dapat berpacu untuk beribadah kepada sang Rabb, dapat memanfaatkan detik demi detiknya tuk menggapai ampunan dan RahmatNya, serta demi mendapat jaminan untuk terbebas dari siksa neraka, dialah bulan Ramadhan. Maka barang siapa yang lalai untuk menjalankan ibadah kepada Allah di selain bulan Ramadhan, disibukkan oleh aktifitas duniawinya, maka hendaknya ia bersemangat untuk melaksanakannya di bulan yang mulia ini, sebab segala jenis kebaikan berkumpul pada bulan Ramadhan ini, barang siapa yang terhalang untuk mereguk keberkahan dan kebaikan di bulan ini, maka potensi untuk terhalang dari kebaikan di bulan-bulan yang lainnya lebih besar, barang siapa yang gagal untuk bertaubat dan kembali kepada Allah di bulan ini, maka kemungkinan untuk gagal di bulan-bulan yang lainnya lebih besar pula. Ramadhan adalah pancaran Rahmat Allah yang tidak terbatas bagi hamba-hambanya, oleh karena itu, jika bulan ini datang menjelang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menginformasikannya kepada para sahabatnya, seakan menebarkan kepada mereka berita gembira, beliau bersabda:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Telah tiba dihadapan kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, Allah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa di dalamnya, pintu-pintu surga di buka, pintu-pintu neraka di tutup, dan syetan-syetan di belenggu. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan”. (HR Ahmad)

Jamaah shalat jum’at yang dirahmati oleh Allah azza wa jalla.

Di dalam hadits diatas, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebut Ramdhan sebagai bulan yang penuh dengan berkah, yang dimaksud dengan keberkahan adalah banyaknya kebaikan secara terus menerus yang terdapat pada suatu perkara. Maka demikianlah dengan bulan Ramadhan, ia merupakan bulan yang dipenuhi keberkahan dan kebaikan. Diantara keberkahan bulan Ramadhan adalah dilipatgandakannya pahala ibadah puasa yang dilaksanakan pada bulan tersebut, Rasulullah bersabda:

كُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا ابْنُ آدَمَ تُضَاعَفُ عَشْرًا، إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَهُوَ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

Artinya: “Setiap Amalan manusia dilipat gandakan, satu kebaikan pahalanya (bila) sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali ibadah puasa (pahalanya tidak terhingga), sesungguhnya (puasa) milikku (Allah), dan AKU yang memberi pahalanya”. (HR Muslim)

            Dan diantara keberkahan bulan Ramadhan adalah di bukanya pintu-pintu surga, dan ditutupnya pintu-pintu neraka dan dibelenggunya syetan-syetan, Rasulullah bersabda:

تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ

Artinya: “(Pada bulan Ramadhan) pintu-pintu surga dibuka dan pintu pintu neraka ditutup, sedangkan setan dibelenggu.” (HR. Ahmad)

Bahkan orang yang banyak berpuasa serta berkualitas, akan diistimewakan dengan masuk ke dalam surga lewat pintu Ar-Rayyan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Artinya: “Sesungguhnya di dalam surga ada pintu yang disebut Ar-Rayyan, orang yang banyak berpuasa masuk ke dalam surga lewat pintu ini pada hari kiamat, dan tidak ada yang masuk lewatnya seorangpun kecuali mereka, ada panggilan pada hari kiamat: mana orang-orang yang berpuasa, maka mereka pun berdiri, dan tidak masuk lewat pintu ini kecuali mereka, dan jika mereka (telah) masuk (semua), maka pintu tersebut ditutup, maka tidak ada yang masuk ke dalam surga dari pintu ini selain mereka”. (HR Al-Bukhari & Muslim)

Hadits-hadits ini merupakan indikasi kuat bagi kaum muslimin, tentang besarnya motivasi yang Allah anugerahkan bagi hamba-hambaNya di bulan ini untuk beramal dan beribadah kepadaNya.

Dan keberkahan bulan Ramadhan ini terpancar pula pada ampunan Allah yang sangat luas bagi hamba-hambaNya, Rasulullah bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosanya yang telah lalu”. (Muttafaqun Alaihi)

Dan sabda Rasulullah:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang shalat malam dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dari dosanya yang telah lalu”. (Muttafaqun Alaihi)

Dan sabda Rasulullah:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang memakmurkan malam Lailatul Qodr (dengan Ibadah) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosanya yang telah lalu”. (Muttafaqun Alaihi)

Dan sebagai puncak dari keberkahan itu adalah hadirnya satu malam yang sangat mulia, yang lebih mulia daripada seribu bulan, Rasulullah bersabda:

فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya:” Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan”. (HR Ahmad)

Dan Allah berfirman menjelaskan tentang keutamaan Lailatul qodr:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Artinya: “Malam Lailatul Qodr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. (Pada malam) turun para Malaikat dan Jibril untuk mengatur semua urusan, sejahtera dan damailah (malam itu) sampai terbit fajar”. (QS Al-Qodr 3-5)

Inilah untaian keberkahan dari bulan Ramadhan, dan bulan itu hadir di hadapan kita pada saat ini beserta seluruh untaian keberkahannya, dan Allah dan RasulNya memaparkan tentang keutamaan suatu waktu atau amalan tertentu, tujuan terbesarnya adalah agar kita termotivasi untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan sebaik-baiknya, yaitu memperbanyak amalan kebaikan pada moment-moment tersebut, terkhusus bagi orang-orang yang berhasrat untuk menggapai ridho dan ampunan Allah yang sangat luas, oleh karena itu para malaikat mengucapkan kalimat motivasi bagi hamba-hamba Alah, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

يا باغي الخير أقبل

Artinya: “Wahai pencari kebaikan, datanglah”. (HR Timidzi dan yang lainnya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.