Khutbah Jumat: Cintailah Nabimu

Khutbah pertama

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah!!..

Empat belas abad yang lalu, Allah mengutus Nabi pamungkasNya, penyempurna bagi mata rantai kenabian, Nabi Akhir zaman, pembawa cahaya al-Qur’an, beliau adalah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kerasulan beliau adalah anugerah yang nyata dari Allah subhanahu wata’ala bagi seluruh mayapada ini, Allah berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Artinya: ”Dan tidaklah kami mengutus engkau (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi Rahmat bagi semesta alam”. (QS. al-Anbiya’: 107).

kehadiran beliau di tengah-tengah kita adalah kenikmatan yang sempurna dan anugerah terindah dariNya, Allah berfirman:

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ

Artinya: ”Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang yang beriman, ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka al-Qur’an dan al-Hikmah (al-Hadits)”. (QS. Ali Imran: 164).

Kaum muslimin yang dirahmati Allah!!

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah manusia yang paling sempurna dan paling mulia di muka bumi ini, bagaimana tidak?!.

Allah telah memuji ucapannya, bahwa ucapannya adalah wahyu semata, Allah berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى * إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Artinya: ”Dan tidaklah yang (Nabi) ucapkan bersumber dari Nafsu. Namun ucapannya adalah wahyu yang diwahyukan”.(QS. an-Najm: 2-3).

Allah juga mentazkiyah gurunya, bahwa yang mengajarkan kepada beliau ilmu (wahyu) adalah malaikat yang termulia, Jibril alaihis salam, Allah berfirman:

عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى * ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَى

Artinya: ”Yang mengajarnya adalah Jibril. (Malaikat) yang memiliki akal yang cerdas, dan (Jibril) menampakkan diri dengan rupa yang asli”. (QS. an-Najm: 3-4).

Ketika kaum Quraisy sibuk meributkan kewarasan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka Allah pun datang sebagai pembela bagi beliau, bahwa sekali-kali Rasulullah tidak gila, Allah berfirman:

وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُونٍ

Artinya: ”Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila”. (QS. At-Takwir: 22).

Allah pun memuji dan mentazkiyah kelurusan aqidah dan keshalihan  beliau, Allah berfirman:

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى

Artinya: ”kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru”. (QS. An-Najm: 2).

Dan yang lebih masyhur lagi, pujian Allah yang selangit bagi Akhlaq beliau yang mulia, Allah berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya: ”Dan sesungguhnya engkau berhias dengan akhlaq mulia”. (QS. Nun: 4).

Kaum muslimin yang dirahmati Allah!!

Sesungguhnya telah berkumpul pada sisi Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam keutamaan yang nyata dan kemuliaan yang sempurna, yang berkonsekwensi pada kewajiban seluruh manusia untuk mengimani, mengikuti dan mencintainya. Tanda-tanda kenabian meliputinya, mukjizat yang agung membuktikan kebenarannya, dan malaikat Jibril senantiasa menurunkan wahyu Rabbnya.

Di antara bukti yang masyhur dari kenabian Nabi Musa alaishis salam adalah membelah lautan dengan tongkatnya atas izin Allah subhanahu wata’ala, dan ini merupakan mukjizat yang agung, yang mampu membungkam kesombongan Fir’aun dan menambah kepercayaan bani Israil kepada beliau, namun ketahuilah, bahwa mukjizat Nabi Muhammad lebih agung dari itu, di antara mukjizat beliau adalah membelah rembulan demi untuk membungkam kesombongan para pemimpin Quraisy, sebuah mukjizat yang sangat menakjubkan, Allah berfirman:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ * وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ

Artinya: ”Telah dekat datangnya hari kiamat dan rembulan telah terbelah. Dan jika kaum musyrikin melihat tanda mukjizat, maka mereka berpaling dan berkata: ini adalah sihir yang terus menerus”. (QS. Al-Qomar 1-2).

Subhanallah!, kesombangan dari kaum kafir Qurays yang tidak terukur dan kepongahan yang tidak terbilang, (yaitu) dengan menutupi kekaguman mereka akan mukjizat ini dengan ucapan: ”itu adalah hasil sihir”, padahal mereka sangat tahu, bahwa seandainya seluruh tukang sihir dan tukang tenung bersatu untuk membelah rembulan, pasti mereka tidak akan mampu.

Dan di antara mukjizat yang Allah anugerahkan untuk Nabi Musa adalah kemampuan beliau untuk memancarkan air dari bebatuan, sebagai sumber air minum bagi Bani Israil, Allah berfirman:

وَإِذِ اسْتَسْقَى مُوسَى لِقَوْمِهِ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْحَجَرَ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَشْرَبَهُم

Artinya: ”Dan ingatlah tatkala Musa memohon air untuk kaumnya, lalu kami berfirman:Pukullah batu itu dengan tongkatmu, lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh setiap suku telah mengetahui tempat minumnya masing-masing”. (QS. Al-Baqoroh 60).

Kendati hal di atas merupakan peristiwa yang mengagumkan, namun menyemburnya air dari sela-sela bebatuan dan pegunungan adalah hal yang lumrah, lain halnya jika air tersebut mengalir dari sela-sela jari yang terdiri dari daging, darah dan tulang, maka ini merupakan hal yang luar biasa, dan ini merupakan salah satu mukjizat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Anas bin Malik radiallahu anhu mengatakan:

رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَحَانَتْ صَلَاةُ الْعَصْرِ فَالْتَمَسَ النَّاسُ الْوَضُوءَ فَلَمْ يَجِدُوهُ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَضُوءٍ فَوَضَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ الْإِنَاءِ يَدَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ أَنْ يَتَوَضَّؤُوا مِنْهُ قَالَ فَرَأَيْتُ الْمَاءَ يَنْبُعُ مِنْ تَحْتِ أَصَابِعِهِ حَتَّى تَوَضَّئُوا مِنْ عِنْدِ آخِرِهِمْ

Artinya: ”Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan waktu shalat ashar telah tiba, maka orang-orang pun mencari air untuk berwudhu, namun mereka tidak menemukan air, maka Rasulullah diberi  bejana berisi air wudhu, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam bejana tersebut, dan menyuruh orang-orang untuk berwudhu dari bejana itu, Anas mengatakan: sesungguhnya aku melihat air mengalir dari sela-sela jari beliau, sampai selesai berwudhu semua orang”. HR. Bukhari (no hadits: 169) dan Muslim (no hadits:6081).

Di antara mukjizat yang dapat menyita rasa takjub kita adalah mukjizat Nabi Sulaiman, yaitu kemampuan beliau berkomunikasi dengan hewan, Allah berfirman:

وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ

Artinya: ”Dan (Nabi) Sulaiman mewarisi (Nabi) Dawud, dan dia berkata: Hai manusia, kami telah diberi kepahaman tentang suara (bicara) burung dan kami diberi segala sesuatu, sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata”. QS. an-Naml 16.

Kemampuan untuk berdialog  dengan hewan adalah hal yang aneh dan menakjubkan, namun hal ini belum seberapa, karena hewan tersebut adalah hewan yang masih hidup, coba bandingkan dengan salah satu mukjizat Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh  Abu Hurairah, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَلاَ يَأْكُلُ الصَّدَقَةَ. زَادَ فَأَهْدَتْ لَهُ يَهُودِيَّةٌ بِخَيْبَرَ شَاةً مَصْلِيَّةً سَمَّتْهَا فَأَكَلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْهَا وَأَكَلَ الْقَوْمُ فَقَالَ: «ارْفَعُوا أَيْدِيَكُمْ فَإِنَّهَا أَخْبَرَتْنِي أَنَّهَا مَسْمُومَةٌ»

Artinya: ”Bahwa Rasulullah biasanya menerima hadiah dan tidak makan dari harta sedekah, maka suatu hari seorang wanita Yahudi di negeri Khaibar memberi hadiah beliau daging kambing bakar yang sudah diberi racun, maka Rasulullah dan para sahabatnya makan daging tersebut, kemudian beliau berkata: lepaskan daging tersebut, sesungguhnya ia mengabarkan kepadaku bahwa ia beracun”. HR. Abu Dawud, no hadits: 4512.

Allah Akbar!, sekerat daging, yang telah dimasak menjadi makanan dan siap untuk disantap, mengabarkan bahwa ia telah diberi racun, dan Rasulullah memahami ucapannya tersebut, sungguh merupakan mukjizat yang luar biasa, bahkan Rasulullah tidak hanya memahami ucapan sekerat daging tersebut, ternyata beliau juga memahami kesedihan pelepah kurma yang biasa beliau gunakan jika sedang berkhutbat, Abdullah bin Umar berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ إِلَى جِذْعٍ فَلَمَّا اتَّخَذَ الْمِنْبَرَ تَحَوَّلَ إِلَيْهِ فَحَنَّ الْجِذْعُ فَأَتَاهُ فَمَسَحَ يَدَهُ عَلَيْهِ

Artinya: ”Bahwa Rasulullah ketika berkhutbah (bersandar) ke pelepah kurma, ketika beliau dibuatkan mimbar, maka beliau beralih ke mimbar, maka pelepah kurma tersebut mengeluarkan suara sedih, maka Rasulullah mendatanginya dan menyentuhnya”. HR. Bukhari, no hadits: 3583.

Dan puncak kekaguman akan meliputi kita, jika kita mengalihkan perhatian kepada al-Qur’an. Sesungguhnya seluruh mukjizat para Nabi sebelum Nabi Muhammad diutus, telah lenyap dengan wafatnya mereka, kecuali satu mukjizat yang akan tetap abadi menghiasi peradaban zaman hingga hari kiamat datang menjelang, mukjizat itu adalah al-Qur’an, Kitab suci kalian wahai kaum muslimin !!.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ        مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ، وَأَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.

Khutbah Kedua

الْحَمْدً لله عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ، صَلَاةُ الله وَسَلَامُهُ عَلَى هَذَا النَّبِيّ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ.

Adalah fithrah bagi manusia, untuk menyukai kesempurnaan, maka dengan kisah-kisah tentang mukjizat Nabi Muhammad di atas diharapkan bisa menggugah keimanan kita kepada beliau, dan dapat menambah kecintaan kita kepada beliau, yang hal ini merupakan suatu kewajiban bagi seluruh kaum muslimin, Rasulullah bersabda:

فَوَ الَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Artinya: ”Demi Dzat yang jiwaku berada di tangaNya, tidak (sempurna) keimanan salah seorang diantara kalian sampai  mencintai aku melebihi cintanya kepada bapaknya dan anaknya dan manusia seluruhnya”. (HR. Bukhari dan Muslim). []

You might also like More from author

Leave a comment
k