Jangan Remehkan Amalan Kebaikan

71

Jamaah shalat jumat yang dirahmati oleh Allah subhanahu wata’ala

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا  وَلَوْ أنْ تَلقَى أخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

Artinya: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan meskipun kecil, kendati hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah yang berseri-seri.” (HR Muslim).

Hadis ini, seyogyanya menjadi motivasi bagi kaum muslimin untuk memperbanyak amalan-amalan kebaikan, sebab syariat ini tidak memandang sebelah mata segala jenis kebaikan, meskipun kadarnya sangat kecil di mata manusia.

Di antara karunia yang Allah anugerahkan kepada kaum muslimin, adalah adanya kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan kemenangan dan masuk ke dalam surga Allah ‘Azza wa Jalla dengan amalan-amalan kecil meskipun tampaknya sepele, di antara contohnya adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

لَقدْ رَأيْتُ رَجُلاً يَتَقَلَّبُ في الجَنَّةِ في شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَرِيقِ كَانَتْ تُؤذِي المُسْلِمِينَ

Artinya: “Saya melihat seseorang yang masuk ke dalam surga disebabkan (amalan) menyingkirkan dahan pohon di tengah jalan yang mengganggu kaum muslimin”. (HR Muslim).

Oleh karena itu, seorang muslim yang sejati, seyogyanya tidak meremehkan amalan-amalan kebaikan kendati itu kecil. Di antara manfaat dan sisi positif dari amalan-amalan yang kecil adalah:

  • Amalan yang kecil mudah dan ringan untuk diamalkan

Salah satu di antara penghalang sebagian kaum muslimin untuk banyak beramal adalah karena merasa berat dan sulit mengamalkan amalan tersebut. Sebagian amalan kebaikan ada yang membutuhkan fisik yang prima, dana besar dan tenaga yang kuat. Namun sebenarnya fenomena ini bukan penghalang bagi kaum muslimin untuk beramal kepada Allah Azza wa jalla, karena sangat banyak amalan-amalan kecil yang tidak membutuhkan fisik yang prima dan dana yang besar, di antara contohnya adalah sabda Rasulullah:

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا  وَلَوْ أنْ تَلقَى أخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

Artinya: “Janganlah engkau meremehkan kebaikan meskipun kecil, kendati hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah yang berseri-seri”. (HR Muslim).

Contoh yang lainnya adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Artinya: “Dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lisan, namun berat kadarnya di atas mizan (timbangan amal), dan dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala; Subhanallahil ‘Adhim, Subhanallahi wa bihamdihi“. (Bukhari & Muslim).

Sangat banyak amalan yang sangat mirip dengan spesifikasi seperti ini, sebagaimana di isyaratkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

أَرْبَعُونَ خَصْلَةً أَعْلَاهُنَّ مَنِيحَةُ الْعَنْزِ مَا مِنْ عَامِلٍ يَعْمَلُ بِخَصْلَةٍ مِنْهَا رَجَاءَ ثَوَابِهَا وَتَصْدِيقَ مَوْعُودِهَا إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ بِهَا الْجَنَّةَ

Artinya: “Empat puluh sifat yang paling berat adalah meminjamkan kambingnya untuk diminum susunya, tidaklah seseorang mengamalkan salah satunya dengan mengharap pahala dari Allah dan meyakini janji-janjinya, kecuali akan Allah masukkan ke dalam surga”. (HR Bukhari)

            Ini adalah contoh dari amalan-amalan kecil yang dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dan kemungkinan besar kita akan mampu untuk melaksanakan amalan-amalan ini.

  • Amalan kecil biasanya mudah dilupakan

Salah satu di antara faktor amalan itu berkwalitas adalah apabila dihiasi dengan keikhlasan, dan salah satu di antara indikasi ikhlas adalah ketika tidak mengungkit amalan yang pernah dilakukan, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian merusak sedekah-sedekah kalian dengan mengungkit-ungkit dan menyakiti (perasaan penerima)”.

Melupakan amalan yang pernah dilakukan dan menyerahkannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla merupakan sarana untuk menjaga kwalitas amalan tersebut, dan hal ini biasanya mudah dipraktikkan pada amalan-amalan yang kecil dan remeh. Adapun amalan-amalan yang besar biasanya selalu dibanggakan dan diingat-ingat, sehingga dikhawatirkan dapat merusak kwalitas amalan tersebut.

  • Dahsyatnya Neraka

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada kita tentang huru-hara yang terjadi pada hari kiamat, salah satunya adalah dahsyatnya siksa Neraka. Sebab itu, kita hendaknya menghindari kedahsyatan dan kengerian Neraka ini dengan memperbanyak amalan kebaikan, kendati amalan tersebut adalah amalan yang kecil dan remeh, sebab kita tidak tahu amalan mana yang akan menyelamatkan kita dari ganasnya Neraka, Rasulullah bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إلاَّ سَيُكَلِّمُهُ رَبُّهُ لَيْسَ بَينَهُ وَبَيْنَهُ تَرْجُمَانٌ، فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إلاَّ مَا قَدَّمَ ، وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلاَ يَرى إلاَّ مَا قَدَّمَ ، وَيَنظُرُ بَيْنَ يَدَيهِ فَلاَ يَرَى إلاَّ النَّار تِلقَاءَ وَجْهِهِ ، فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَو بِشِقِّ تَمْرَةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Artinya: “Seluruh manusia akan berdiaolog dengan Allah tanpa ada penerjemah, ia melihat di sebelah kanan maka tidak ada yang ia lihat kecuali yang telah ia kerjakan, ia melihat ke sebelah kiri, maka ia tidak melihat kecuali yang ia kerjakan, kemudian ia melihat ke depan maka ia tidak melihat di hadapannya kecuali neraka, maka hindarilah neraka meskipun hanya bersedekah dengan separuh kurma, jika tidak bisa maka dengan mengucapkan kalimat yang baik”. (HR Bukhari & Muslim).

            Dalam hadis ini Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan kaum muslimin untuk beramal dengan amalan yang kecil dan remeh demi untuk menyelamatkan diri dari ganasnya neraka. Intinya.. semua amalan yang dapat menghindarkan diri kita dari dahsyatnya neraka, hendaknya dilaksanakan kendati amalan tersebut tampak remeh dan kecil.

  • Amalan yang kecil dapat menjadi penentu pada hari kiamat

Jangan pernah meremehkan amalan kecil ataupun meremehkan maksiat kendati sangat kecil, karena pada hari kiamat amalan sekecil apa pun dapat menjadi penentu masa depan seorang hamba, sekecil apa pun nilai sebuah kebaikan, niscaya akan dibalas oleh Allah, demikian pula dengan kemaksiatan, Allah berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ . وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Artinya: “Siapa yang mengamalkan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat (balasan) nya, dan siapa yang mengamalkan keburukan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat balasanya pula”. (QS Az-Zalzalah 7-8).

Kaum muslimin jamaah shalat jumat yang dirahmati oleh Allah.

Inilah fenomena hari kiamat, semua amalan mendapat ganjaran dan balasan yang setimpal dari Allah ‘Azza wa Jalla, dan di antara penyesalan hamba pendosa pada hari kiamat adalah melihat kitab amalannya yang merekam seluruh amalannya, baik yang besar maupun yang kecil, Allah berfirman:

وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلا كَبِيرَةً إِلا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

Artinya: “Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini?” Tidak ada yang tertinggal (dari amalan) yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya, dan mereka dapati semua apa yang telah mereka kerjakan (tertulis), dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun jua”. (QS Al-Kahfi 49).

Leave A Reply

Your email address will not be published.