KA’BAH

Ka’bah adalah bangunan berbentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram. Dibangun pertama kali oleh Nabi Ibrahim dan puteranya Nabi Isma’il -‘alaihimassalam-. Setelah selesai Nabi Ibrahim -‘alaihissalam- menyeru kepada seluruh manusia untuk melakukan haji ke tempat ini.

Ketika Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- berumur 35 tahun, banjir besar melanda Mekkah dan merobohkan beberapa bagian Ka’bah. Kaum Quraisy sepakat untuk memugarnya. Karena biaya yang halal untuk proyek ini tidak mencukupi, maka disisakan sekitar 6-7 hasta yang selanjutnya dikenal dengan sebutan al-Hijr.

Abdullah bin Zubair di masa khilafahnya mengembalikan bangunan ka’bah seperti bangunan Ibrahim, dan membungkusnya dengan kain kiswah. Ketika kekhalifahan beliau runtuh, Hajjaj AtsTsaqafi -atas perintah Khalifah Marwan- mengembalikan bangunan Ka’bah seperti bangunan Quraisy hingga saat ini.

Ka’bah memiliki 4 rukun [sudut]: rukun Hajar Aswad, Yamani, Syam, dan Iraq.  Di sebelah timurnya terdapat maqam Ibrahim. Tinggi Ka’bah sekitar 15 m, dan panjang dindingnya 10 m dan 12 m. Pintunya satu di dekat hajar aswad, dibuka 3 kali setahun untuk dibersihkan dengan air zam-zam. Di dinding atas sebelah utara terdapat pipa/talang  berlapis emas yang berfungsi untuk mengalirkan air di atapnya, disebut Mizab. Isi Ka’bah adalah ruangan kosong, atapnya disangga dengan 3 tiang kayu yang dilapisi emas.

Pelajaran

Ka’bah merupakan kiblat seluruh umat Islam. Simbol tauhid [pengesaan Allah] dan persatuan umat.

Di antara ibadah terkait rumah suci ini adalah shalat di dalamnya dan thawaf di sekelilingnya. Thawaf merupakan amalan yang sangat utama dan salah satu rukun dalam ibadah haji dan umrah, disunnahkan memperbanyak doa dan dzikir di dalamnya.

Tidak dianjurkan mengusap-usap dinding Ka’bah dengan tujuan tabarruk [mengambil berkah] karena tidak pernah dianjurkan dan juga tidak dilakukan oleh Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam-.

You might also like More from author

Leave a comment
k