Mengungkap “Rahasia” Dari Nama Allah Ar-Raziq/Ar-Razzaq

“Rezeki itu di tangan Allah” ini adalah ungkapan yang sering kita dengar, dan ungkapan ini adalah bentuk keimanan pada rububiyah Allah, di mana Allah-lah yang memberi dan mengatur rezeki makhluk-Nya.

Di antara nama Allah yang masuk dalam asmaul husna adalah Ar-Raziq dan Ar-Razzaq. Nama Ar-Raziq tersebut dalam Al Quran sebanyak lima kali, dan nama Ar-Razzaq tarsebut dalam Al Quran sebanyak satu kali.

Apa makna dari nama Allah Ar-Raziq dan Ar-Razzaq?

Imam Ibnu Atsir rahimahullah mengatakan: “(Ar-Razzaq) maknanya adalah bahwasanya Dialah (Allah) yang menciptakan rezeki, dan memberikannya kepada seluruh makhluk-Nya”.

Syekh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah mengatakan: “(Ar-Razzaq) adalah yang Maha memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya, tidak satupun makhluk yang ada di bumi ini kecuali rezekinya ada di tangan Allah, dan rezeki Allah yang diberikan kepada hamba-Nya dibagi menjadi dua macam:

  1. Rezeki yang bersifat umum mencakup semua hamba-Nya baik yang shaleh ataupun yang durhaka, baik umat yang terdahulu maupun yang akan datang, ini disebut sebagai rezeki lahiriyah.
  2. Rezeki yang bersifat khusus yaitu rezeki hati yang selalu terisi dengan ilmu dan keimanan, termasuk juga rezeki halal yang membantu seorang hamba agar menjadi baik agamanya, ini khusus untuk orang mukmin berdasarkan derajatnya dan sesuai dengan hikmah Allah serta rahmat-Nya.

Apa pengaruh positifnya pada keimanan orang hamba?

Bila seorang hamba memahami dengan sepenuhnya dua nama Allah yang mulia ini maka akan memberi pengaruh yang sangat baik dan positif pada diri hamba tersebut, di antaranya:

  1. Akan bertambah kecintaannya kepada Allah Ta’ala sehingga ia akan beribadah hanya kepada-Nya, tidak akan pernah menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, karena ia paham dan yakin bahwa Rabb yang telah menciptakannya dan memberinya rezeki Dialah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi apa pun itu bentuk ibadahnya. Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah.” Maka katakanlah: “Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” [QS. Yunus : 31]
  2. Bila ia telah yakin dengan sepenuhnya bahwa Allah-lah satu-satunya yang memberi rezeki pada hamba-Nya dan Allah pulalah yang menjamin rezeki hamba-Nya maka ini akan menumbuhkan pada dirinya sikap tawakkal dan bergantung kepada Allah Ta’ala semata dengan terus berusaha dengan cara yang baik, ia akan bergantung pada Yang memberi rezeki itu, bukan menggantungkan diri pada rezekinya itu. Dengan demikian hatinya pun menjadi tenang, tidak takut akan rezekinya karena Allah telah menjaminnya, firman Allah yang artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.”[QS. Hud : 6]
  3. Dengan keyakinan ini pula seorang hamba tidak akan mencari rezeki dengan cara yang haram, ia tidak akan pernah takut orang lain menghalangi rezekinya atau memutus rezekinya.
  4. Nama Allah yang maha mulia Ar-Razzaq dan Ar-Raziq ini menunjukkan nama-nama yang lainnya seperti Al-Lathif, Ar-Rahim dan Al-Hakim (Yang Maha lembut, Maha penyayang, dan Maha bijaksana). Maha lembut dan penyayang sangat jelas terlihat di mana Allah menganugerahkan rezekinya kepada seluruh makhluk-Nya – sekalipun kafir atau fasik – semuanya diberi rezeki oleh Allah Ta’ala. Allah berfirman yang artinya: “Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. [QS. As-Syura : 19]. Dan juga kita sangat tahu bahwa rezeki hamba Allah itu berbeda-beda, ada yang miskin ada yang kaya, ada yang biasa-biasa saja, ini semua kehendak Allah Ta’ala yang Maha adil dan bijaksana, karena Allah-lah yang Maha tahu hikmah di balik semua ini, Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya Rabbmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” [QS. Al-Isra: 30]
  5. Kecintaan yang tinggi yang ditumbuhkan oleh nama Allah yang mulia ini di dalam hati para wali-Nya dan orang-orang pilihan-Nya, di mana Allah menganugerahkan kepada mereka rezeki ilmu yang bermanfaat, hidayah ke jalan yang lurus, keimanan yang kuat di dalam sanubari sehingga ia menjadi hamba yang selalu taat dan tunduk pada-Nya, inilah rezeki yang hakiki yang tidak ada habisnya, berbeda dengan rezeki yang dianugerahkan kepada orang-orang kafir yang akan terhenti bersamaan dengan binasanya mereka, adapun orang mukmin Allah khususkan karunia dan rezeki tersendiri di akhirat, sebagaimana firman Allah yang artinya: “Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat”. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” [QS. Al-A’raf : 32]
  6. Sesungguhnya sarana terpenting untuk mendatangkan rezeki dari Allah dan keberkahan dari-Nya adalah takwa dengan sebenar-benarnya karena Allah berfirman yang artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” [QS. Ath-Thalaq : 2-3], juga firman Allah: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” [QS. Al-A’raf : 96]
  7. Seharusnya seorang hamba yang mukmin di samping ia berusaha untuk meraih keberkahan rezeki dari Allah di dunia ini, dia juga harus lebih berusaha dengan sebenar-benarnya untuk mendapatkan rezeki Allah yang hakiki di akhirat kelak yaitu surga Allah yang kenikmatannya kekal tak terputus. Allah berfirman yang artinya: “Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya.” [QS. Ath-Thalaq : 11]
  8. Dan nama Allah Ar-Razzaq ini juga mengajarkan kepada hamba-Nya untuk menjauhi sejauh-jauhnya sifat kikir, karena seberapa pun rezeki yang ada di tangan seorang hamba pada hakikatnya itu bukanlah miliknya, tapi anugerah dari Allah Ta’ala, maka tidaklah sepantasnya ia memperturutkan sifat kikirnya kepada sesama.

Inilah sekelumit yang dapat kami paparkan tentang “rahasia” di balik nama Allah Ar-Razzaq dan Ar-Raziq, tentunya masih sangat banyak nilai-nilai tarbawi yang belum mampu untuk kami paparkan, semoga ini dapat menambah keimanan dan ketakwaan kita serta ketawakkalan kita sehingga kita menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu bersyukur atas segala karunia-Nya, amin.

Sumber:

  1. Annihayah fi ghoribil hadits wal atsar, Imam Ibnu Atsir.
  2. Taisir Karimir Rahman, Syekh Abdurrahman Nashir as-Sa’di.
  3. Walillahil Asma’ul Husna, syekh Abdul Aziz Nashir al-Jalil

You might also like More from author

Leave a comment
k