HAKIKAT FITNAH

Saudaraku, agar dapat menghindari fitnah, maka kita harus terlebih dahulu mengetahui esensi fitnah itu sendiri, juga memahami fitnah mana yang wajib dihindari dan fitnah mana yang sama sekali tidak dapat dihindari, karena sudah menjadi sunnatullah bagi setiap hamba-Nya yang hidup dunia. 

Definisi Fitnah

Kata fitnah dalam bahasa Arab dan sesuai penggunaannya dalam Al-Qur’an memiliki banyak arti, di antaranya:

  1. Ujian dan cobaan.

Firman Allah Ta’ala: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al-Ankabut: 2).

Ujian dan cobaan tersebut bisa berupa kenikmatan(QS. Al-Anfal: 28), kemaksiatan(QS. Al-Baqarah: 102), Musibah(QS. Al-Hajj: 11), dll.   

  1. Berpaling dari kebenaran.

Allah Azza wa Jalla berfirman: Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu. (QS. Al-Isra’: 73).

  1. Dosa

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: Di antara mereka (orang munafik) ada orang yang berkata: “Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah(dosa)“. Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah. (QS. At-Taubah: )

  1. Perselisihan dan perpecahan. [1]

Allah Ta’ala berfirman: Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan(perpecahan) belaka. (QS. At-Taubah: 47)

  1. Penyesatan

Firman Allah Ta’ala: Sekali-kali tidak dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah. (QS. Ash-Shaffat: 162).

  1. Syirik dan kekufuran.

Firman Allah Ta’ala: Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. (QS. Al-Baqarah: 193)

  1. Pembunuhan dan penawanan[2].

Firman Allah Azza wa Jalla: Dan apabila kalian bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kalian mengqashar shalat(mu), jika kalian takut diserang orang-orang kafir. (QS. An-Nisa’: 101).

Selain makna-makna di atas, masih ada makna fitnah lainnya, semuanya menunjukkan bahwa kata fitnah memiliki banyak arti. Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Dan maksudnya dapat diketahui dari konteks kalimat dan petunjuk-petunjuknya”.[3]  

Lari Dari Fitnah

Allah Azza wa Jalla sudah menetapkan bahwa kita semua akan diuji dengan fitnah berupa ujian dan cobaan, inilah sunnatullah yang tak akan berubah. Tujuan utamanya adalah pemilahan kaum mukminin sejati dari yang lainnya, penghapusan dosa dan kesalahan, serta pengangkatan derajat mukmin yang lulus dalam ujian.

Allah Jalla wa ‘Ala berfirman:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al-Ankabut: 2-3).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berbagai fitnah akan ditampakkan pada hati seperti anyaman tikar seutas demi seutas, maka hati manapun yang dirasuki fitnah maka akan dititikkan padanya dengan titik hitam, dan hati manapun yang dapat mengingkari fitnah maka diberi titik padanya dengan titik putih, sehingga hati terbagi dua; (pertama) hati putih seperti batu kokoh yang tidak terpengaruh dengan fitnah apapun selama langit dan bumi masih ada, (kedua) hati yang hitam pekat seperti cangkir yang terbalik, ia tidak bisa mengetahui yang makruf dan tidak bisa mengingkari yang mungkar, kecuali apa yang diserap oleh hawa nafsunya.” [4]

Adapun fitnah lainnya berupa kesyirikan dan kekufuran, perselisihan dan perpecahan, berpaling dari kebenaran, dll,  bisa dan bahkan wajib dihindari dengan berbagai cara, di antaranya dengan mempelajari faktor apa saja yang dapat menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam fitnah, dan bagaimana cara menghindari faktor-faktor berbahaya tersebut.

______________________________________

[1] Firman Allah: mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan, Al-Zamakhsyari berkata: “Yakni dengan menimbulkan perpecahan di antara kalian dan merusak niatmu sekalian.” (Tafsir al-Kasysyaf, jilid II, hal. 277).

[2] Firman Allah:”Jika kalian takut diserang orang-orang kafir,” Ibnu Jarir ath-Thabari berkata: “Serangan orang kafir terhadap kaum mukminin, sedangkan mereka dalam keadaan shalat, saat sujud, hingga orang-orang kafir tersebut membunuh kaum mukminin atau menawan mereka.” (Tafsir Thabari, jilid IX, hal. 123)

[3] Fathul Bari, jilid XI, hal. 176.

[4] HR. Muslim, no. 144.

You might also like More from author

Leave a comment
k